Senja Kumbara Tamansuruh Diserbu Pengunjung

  02 Mei 2026

Banyuwangi - Langit perlahan berubah warna di atas kawasan Agrowisata Tamansuruh, Kecamatan Glagah, Sabtu petang, 2 Mei 2026. Sinar matahari yang merunduk di ufuk barat menciptakan gradasi jingga keemasan, menjadi magnet yang menarik ratusan orang datang berbondong-bondong. Mereka bukan sekadar mencari pemandangan, tetapi juga suasana—sebuah pengalaman kolektif dalam balutan acara “Senja Kumbara: Senja di AWT”.

Sejak sore, arus pengunjung mulai terlihat memenuhi area. Kendaraan berjejer rapi, sementara orang-orang berjalan santai menuju pusat kegiatan. Ada keluarga yang membawa anak-anak, pasangan muda yang sibuk mengabadikan momen, hingga rombongan wisatawan yang tampak menikmati suasana pedesaan yang asri. Tak sedikit pula aparatur pemerintah yang hadir, termasuk jajaran Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan Kabupaten Banyuwangi.

Di antara kerumunan itu, aroma kuliner menjadi daya tarik tersendiri. Puluhan stan berjajar menawarkan beragam sajian—mulai dari makanan tradisional khas Banyuwangi hingga kudapan kekinian yang menggugah selera. Harga yang relatif terjangkau membuat pengunjung leluasa mencicipi lebih dari satu menu. Asap tipis dari proses memasak bercampur dengan udara pegunungan yang sejuk, menciptakan sensasi yang sulit diabaikan.

Acara ini tidak hanya tentang makan dan menikmati pemandangan. Sejumlah wahana turut disiapkan untuk mengisi waktu pengunjung. Area swafoto dengan latar alam menjadi salah satu titik favorit. Beberapa pengunjung tampak bergantian mengambil gambar dengan latar perbukitan dan langit senja. Di sisi lain, permainan sederhana untuk anak-anak menghadirkan keceriaan tersendiri, menambah riuh suasana.

Kehadiran Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menjadi perhatian tersendiri. Ia tampak menyusuri area acara, menyapa warga, sekaligus berdialog dengan para pelaku usaha mikro yang membuka lapak. Sesekali ia berhenti, mencicipi makanan, dan berbincang ringan dengan pengunjung. Kehadirannya memberi kesan bahwa acara ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga bagian dari upaya membangun kedekatan antara pemerintah dan masyarakat.

Tak jauh dari kerumunan, terlihat pula Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi pada tahun 2022 Abdullah Azwar Anas. Ia berjalan santai, sesekali melayani ajakan swafoto dari pengunjung. Interaksi yang terjadi tampak cair, tanpa sekat formalitas yang kaku. Dalam beberapa kesempatan, ia terlihat berbincang dengan pelaku UMKM, menanyakan produk yang dijual serta asal usulnya.

Bagi para pelaku usaha mikro, kegiatan seperti ini bukan hanya momentum keramaian, tetapi juga peluang ekonomi. Salah satu penjual makanan mengaku dagangannya laris sejak sore. “Biasanya butuh waktu lama untuk habis, tapi hari ini cepat sekali,” ujarnya sambil melayani pembeli. Hal serupa juga dirasakan oleh penjual minuman, yang terus melayani antrean pengunjung tanpa henti.

Kehadiran Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan dalam kegiatan ini bukan tanpa alasan. Selain sebagai bentuk partisipasi, kehadiran mereka juga menjadi bagian dari upaya mendorong pertumbuhan UMKM lokal. Dengan menghadirkan ruang yang ramai dan terorganisasi, pelaku usaha diberi kesempatan untuk memperluas jangkauan pasar mereka.

Menjelang senja mencapai puncaknya, suasana semakin syahdu. Cahaya matahari yang tersisa memantul di dedaunan, menciptakan efek visual yang memikat. Banyak pengunjung memilih berhenti sejenak, duduk di area terbuka, menikmati momen yang berlangsung singkat namun berkesan. Kamera ponsel terus diangkat, mencoba menangkap keindahan yang perlahan menghilang.

Di tengah keramaian, musik mengalun lembut, menjadi latar yang menyatukan berbagai aktivitas. Tidak ada hiruk-pikuk berlebihan, namun juga tidak sepi. Sebuah keseimbangan yang membuat acara ini terasa hidup tanpa kehilangan kenyamanan.

Tamansuruh, dalam momentum ini, menunjukkan wajah lain dari pariwisata. Bukan sekadar destinasi yang menawarkan panorama, tetapi ruang interaksi sosial yang mempertemukan berbagai lapisan masyarakat. Dari warga lokal hingga pejabat daerah, dari pelaku usaha kecil hingga wisatawan luar daerah, semua hadir dalam satu ruang yang sama.

Fenomena ini mencerminkan pergeseran cara masyarakat menikmati waktu luang. Wisata tidak lagi hanya tentang tempat, tetapi juga tentang pengalaman yang melibatkan banyak unsur—kuliner, budaya, interaksi sosial, hingga suasana alam. “Senja Kumbara” tampaknya berhasil meramu semua itu dalam satu paket yang sederhana namun efektif.

Ketika langit mulai gelap dan lampu-lampu dinyalakan, keramaian belum sepenuhnya surut. Beberapa pengunjung masih bertahan, menikmati suasana malam yang mulai turun. Sementara itu, para pedagang tetap sibuk melayani pembeli yang belum beranjak.

Di ujung acara, yang tersisa bukan hanya jejak langkah dan sampah yang harus dibersihkan, tetapi juga kesan mendalam bagi mereka yang hadir. Tamansuruh sekali lagi membuktikan bahwa ruang terbuka, jika dikelola dengan tepat, dapat menjadi pusat kehidupan—tempat orang datang, bertemu, dan berbagi cerita, bahkan hanya dalam waktu beberapa jam di bawah langit senja. (Humas)

Find Us ( Diskop Usaha Mikro )
Find Us ( Banyuwangi_Mall )