Simulasi Kuliner Pintar Blambangan Sudah Dilaksanakan, Berikut Aturan Protokolnya

  11 Juni 2020

Banyuwangi - Memasuki tatanan normal baru di sektor usaha kuliner, Pemkab Banyuwangi melaksanakan simulasi penerapan SOP Healthy Tourism melalui dinas terkait di Pusat Kuliner Pintar, Taman Blambangan Banyuwangi, Rabu malam, 10 Juni 2020. 

Saat reaktivasi, seluruh penjual dan pembeli diimbau untuk mengikuti protokol kesehatan. Hal tersebut difungsikan agar lebih aman dari ancaman penyebaran virus Corona saat aktivitas pelayanan kuliner antara pedagang dan pembeli.

Selain dihadiri jajaran Forpimka Kecamatan Banyuwangi, turut hadir Plt. Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan Hj. RR. Nanin Oktaviantie yang didampingi Kepala Bidang Usaha Mikro Budi Priyambodo dan jajarannya.

Saat di lokasi, terlihat Camat Banyuwangi Moch Lutfi tak bosan memberikan peringatan kepada pengunjung untuk tetap menjaga jarak dan penggunaan masker. Tak jarang, tim kesehatan Puskesmas Kertosari yang turut mendampingi terlibat pula dalam pembagian masker ke sejumlah pengunjung.

"Malam ini adalah perdana dibukanya kuliner ini selama pandemi. Sudah tiga bulan lebih, aktivitas ditiadakan dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Banyuwangi," ungkap Lutfi.

Tahap pertama, kuliner pintar Taman Blambangan dibuka, menyusul pusat kuliner-kuliner lainnya yang dilaksanakan secara bertahap, seperti Arabian Food Street. Semua titik akan diberlakukan hal yang sama dengan menerapkan protokol kesehatan. 

Regulasi bagi penjual makanan, selain menggunakan masker juga dilengkapi dengan face shield, menggunakan sarung tangan, dan secara berkala lokasi kuliner dilakukan sterilisasi oleh pemilik warung. Hal yang sama juga dialami oleh pengunjung. 

"Pengunjung baru masuk harus cuci tangan pakai sabun, tes suhu tubuh menggunakan termometer laser termogun, dan harus mengindahkan physical distance," Lutfi menambahkan.

"Memang ini hal baru, tapi harus dibiasakan. Dan keberlangsungan simulasi ini terus dimonitoring oleh tim satgas Covid yang dibentuk oleh pemerintah selama 14 hari ke depan. Jika tidak menghiraukan protokol kesehatan, kita akan beri ketegasan," kata Lutfi menutup arahannya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Nanin berkaitan dengan reaktivasi kuliner pintar. Dia menjelaskan, dengan new normal para pemilik warung tetap mendapat pemasukan di tengah pandemi.

"Di sini kami terus memberikan pemahaman kepada sejumlah pedagang untuk menjalankan aturan sesuai protokol kesehatannya. Dari Juni pemerintah terus memberikan sosialisasi kepada masyarakat di tengah tatanan baru lengkap dengan simulasinya di masing-masing sektor. Sehingga masyarakat tetap dapat beraktivitas sebagaimana dengan kondisi normal dan tentunya tetap aman dari Corona," kata Nanin.

Salah satu penjual kuliner pintar Subariyanto mengaku sudah tiga bulan lebih dirinya menutup usaha kulinernya. Maka dengan dibukanya kembali, dia menilai langkah ini mampu memberikan angin segar bagi perekonomian keluarga.

"Kita bersama pedagang lainnya terus kompak dan guyub untuk tetap mentaati protokol kesehatan di tengah aktivitas penyajian kuliner kepada konsumen. Semoga situasi ini berlangsung membaik dari hari ke hari," ujar penjual kuliner Mie Ayam dan aneka minuman. (Mohamad Soleh Kurniawan)

Find Us ( Diskop Usaha Mikro )
Find Us ( Banyuwangi_Mall )