
Banyuwangi - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan Kabupaten Banyuwangi, Suratno, mulai menegaskan arah kepemimpinannya dengan menitikberatkan pada penguatan kinerja lintas bidang di lingkungan dinas yang kini dipimpinnya. Di tengah tantangan pelayanan publik dan dinamika ekonomi masyarakat yang terus berkembang, ia menilai seluruh unsur di internal dinas harus bergerak dalam ritme kerja yang lebih solid, adaptif, dan kolaboratif.
Komitmen itu disampaikan Suratno saat menghadiri forum sambut pejabat baru yang digelar di Aula Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan Kabupaten Banyuwangi, Kamis, 21 Mei 2026. Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pejabat struktural, staf, hingga seluruh unsur internal dinas dalam suasana hangat namun penuh perhatian terhadap arah baru kepemimpinan dinas ke depan.
Dalam sambutannya, Suratno menegaskan bahwa langkah awal yang akan dilakukan adalah mempelajari secara menyeluruh berbagai program kerja, tantangan, serta potensi yang ada di setiap bidang. Mulai dari sektor koperasi, usaha mikro, perdagangan, hingga pengelolaan pasar rakyat disebut menjadi perhatian penting yang akan diperkuat secara bertahap.
Menurut dia, setiap bidang memiliki posisi strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperkuat pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, penguatan koordinasi dan kolaborasi antarbagian dinilai menjadi kebutuhan mendesak agar program-program yang dijalankan tidak berjalan sendiri-sendiri.
“Saya akan mempelajari secara menyeluruh berbagai program dan tantangan yang ada di masing-masing bidang. Semua harus bergerak bersama agar pelayanan semakin baik dan berdampak,” ujar Suratno di hadapan jajaran pegawai.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi sinyal bahwa pola kepemimpinan yang dibangun akan menitikberatkan pada kerja kolektif dan penguatan sinergi internal. Di tengah tuntutan pelayanan publik yang semakin cepat dan dinamis, ia menilai birokrasi tidak lagi bisa bekerja secara sektoral maupun kaku.
Bagi Suratno, tantangan di sektor koperasi dan usaha mikro saat ini bukan hanya soal pembinaan administratif semata. Lebih dari itu, pemerintah daerah dituntut mampu menghadirkan pelayanan yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha di lapangan.
Di sektor koperasi, misalnya, penguatan kelembagaan dan peningkatan kualitas manajemen masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu diperhatikan. Sementara pada sektor usaha mikro, tantangan terbesar terletak pada penguatan akses pasar, peningkatan kualitas produk, serta kemampuan pelaku usaha beradaptasi terhadap perkembangan ekonomi digital.
Begitu pula pada sektor perdagangan dan pengelolaan pasar rakyat. Perubahan pola konsumsi masyarakat, persaingan dengan toko modern, hingga tuntutan pelayanan pasar yang lebih tertata membuat pemerintah daerah harus bergerak lebih responsif dalam melakukan pembenahan.
Karena itu, Suratno menekankan pentingnya membangun budaya kerja yang terbuka terhadap inovasi. Menurut dia, setiap bidang harus mampu menghadirkan gagasan baru yang relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.
Ia juga meminta seluruh jajaran memperkuat komunikasi dan koordinasi internal agar pelayanan kepada masyarakat tidak terhambat oleh persoalan teknis birokrasi. Dalam situasi ekonomi yang terus bergerak cepat, pelayanan publik disebut harus mampu berjalan lebih efektif, profesional, dan tepat sasaran.
Dalam forum tersebut, suasana kebersamaan terlihat cukup kuat. Sejumlah pegawai tampak menyambut positif arahan awal yang disampaikan pimpinan baru mereka. Harapan tentang penguatan kinerja dan perbaikan pelayanan menjadi pembahasan yang banyak muncul dalam percakapan informal di lingkungan kegiatan.
Bagi sebagian pegawai, momentum pergantian kepemimpinan juga menjadi kesempatan untuk memperkuat semangat kerja bersama. Mereka berharap pola koordinasi lintas bidang dapat berjalan lebih baik sehingga pelaksanaan program di lapangan menjadi lebih optimal.
Selain berbicara soal penguatan internal, Suratno juga menyoroti pentingnya membangun hubungan kerja yang harmonis dengan masyarakat dan pelaku usaha. Menurut dia, keberhasilan dinas tidak cukup hanya diukur dari administrasi program, tetapi juga dari sejauh mana manfaat kebijakan benar-benar dirasakan masyarakat.
Karena itu, ia meminta seluruh jajaran tetap menjaga semangat pelayanan dan responsivitas terhadap berbagai persoalan yang muncul di lapangan. Kecepatan merespons kebutuhan masyarakat dinilai menjadi salah satu kunci penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap pelayanan pemerintah.
Di tengah perubahan ekonomi dan perkembangan teknologi yang semakin cepat, Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan Banyuwangi dinilai memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat. Ribuan pelaku usaha mikro, koperasi, pedagang pasar, hingga sektor perdagangan rakyat selama ini menjadi bagian penting dalam denyut ekonomi daerah.
Melalui penguatan kinerja dan semangat kolaboratif yang mulai dibangun, Suratno berharap seluruh bidang di lingkungan dinas dapat bergerak dalam arah yang sama, yakni menghadirkan pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat Banyuwangi.
Dari aula sederhana itu, pesan yang ingin ditegaskan cukup jelas: birokrasi tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Di tengah tantangan zaman yang terus berubah, pelayanan publik membutuhkan kerja bersama, inovasi, dan keberanian untuk terus berbenah demi menjaga pertumbuhan ekonomi rakyat tetap bergerak. (humas)