WORKSHOP PACKAGING BAGI PELAKU USAHA BANYUWANGI

Banyuwangi – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) kali ini mengadakan workshop packaging yang dilaksanakan sejak 13 Desember 2016 selama tiga hari, Selasa-Kamis (13-15/12) di Hotel Ketapang Indah Banyuwangi. Workshop berbasis edukasi ini diselenggarakan oleh Deputi Riset, Edukasi dan Pengembangan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf). Kegiatan ini diikuti sekitar 25 pelaku ekonomi kreatif Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), Perguruan Tinggi Banyuwangi, serta SKPD terkait yaitu Kepala Dinas Koperasi dan UMKM, Alief Rachman Kartiono dan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pertambangan, Harry Cahyo Purnomo. Para peserta membawa masing-masing dari produk mereka untuk dilakukan studi kasus.

Bekraf bertujuan untuk memberikan nilai tambah produk kreatif  melalui packaging yang menarik dan sesuai selera pasar. Bukan hanya pasar nasional tapi juga internasional. Saat ini workshop packaging (kemasan) produk memang menjadi prioritas Bekraf. Karena, packaging menjadi permasalahan pengusaha. Para pengusaha biasanya telah memilki kemasan  produk sendiri-sendiri. Namun, rata-rata desainnya masih kurang menarik. Ada juga yang sudah menarik tapi belum sesuai dengan selera pasar, sehingga produknya kurang diminati secara luas.

Selama workshop berlangsung, peserta dibimbing langsung oleh tiga narasumber yang kompeten dibidangnya. Mereka adalah Endang Warsiki dari Bagian Pengemasan, penyimpanan Transportasi dan Distribusi Departemen Teknolgi Industri Pertanian IPB, Ariana Susanti dari Assosiasi Desain Produk Asia, Damang Chassianda yang merupakan akademisi dan praktisi Aliansi Desainer Produk dan Industri Indonesia.

Mereka berbagi ilmu packaging secara khusus kepada peserta, diantaranya tentang desain kemasan produk tren masa kini, higienitas dan pemilihan bahan kemasan bagi produk makanan olahan, fesyen, kriya serta buah dan sayur, serta aneka bahan pengemasan dan aplikasinya, merek, label dan barcode.

Acara workshop packaging ini juga memberikan wawasan baru bagi pelaku UKM tentang branding, labelling dan packaging. Pelaku UMKM dituntut untuk bisa mengemas produk menjadi lebih menarik dan meningkatkan nilai jual.

Sebagai tindak lanjut perkembangan ekonomi kreatif di bawah naungan Bekraf, Mohammad Amin menyampaikan bahwa Banyuwangi akan menjadi salah satu kabupaten yang diagendakan untuk program IKKON di tahun 2017 mendatang. Program IKKON sendiri merupakan Inovasi Kreatif melalui Kolaborasi Nusantara yang mengajak para pelaku kreatif lokal untuk berkolaborasi dengan para ahli di bidangnya. Baik itu di subsektor fesyen, fotografi, desain komunikasi visual, video, dan beberapa subsektor lainnya.

Find Us ( Diskop Usaha Mikro )
Find Us ( Banyuwangi_Mall )