Siapkan Pendamping Guna Kemajuan Pelaku Usaha Mikro

Banyuwangi - Pendamping Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) adalah orang/lembaga yang menjalin relasi dengan pelaku usaha mikro dalam rangka memperkuat dukungan, memotivasi, memfasilitasi, dan menjembatani pemberdayaan UMKM.

Hal pembuka yang diutarakan oleh Asisten Deputi Pendampingan Usaha Kementrian Koperasi dan UKM RI Eviyanti dalam acara Sosialisasi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) di Hotel Ketapang Indah, Banyuwangi Selasa (09/05/2017) pagi.

Lebih lanjut, Eviyanti atau sering disapa Evi menjelaskan, pendamping UMKM diharapkan dapat memberikan jasa layanan konsultasi dan pendampingan kepada pelaku usaha mikro sesuai dengan kebutuhan. “Sehingga dapat memberikan alternatif solusi dari permasalahan yang dihadapi oleh para pelaku usaha mikro,” terang Evi dihadapan Sekretaris Deputi Restrukturisasi Usaha Kementrian Koperasi dan UKM RI Halomoan Tamba beserta jajarannya, Plt Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Alief Rachman Kartiono berserta jajarannya, dan puluhan peserta sosialisasi SKKNI.

Untuk itu, kata Evi, Deputi Bidang Restrukturasi Usaha di Kementrian Koperasi dan UKM telah menyusun Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) bidang pendamping usaha mikro dan kerangka kualifikasi Nasional Indonesia yang dapat dijadikan pedoman baku bagi para pendamping usaha mikro dalam memberikan layanan dan membuka peluang lapangan pekerjaan baru melalui industri SKKNI.

“Saya terangkan bahwa, pendamping usaha mikro ini disusun dengan melibatkan para pemangku kepentingan, melalui asosiasi profesi, akademisi, lembaga pendidikan dan pelatihan, lembaga sertifikasi profesi, serta pihak lain yang terkait dengan aktivitas pendampingan usaha mikro,” tutup Evi.

Senada hal itu, Alief Rachman Kartiono menambahkan, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro telah mencanangkan program Klinik Koperasi dan UMKM. Program ini memiliki tujuan yang senada dengan apa yang digagas oleh Kementerian dalam sosialisasi tenaga pendamping usaha mikro.

“Dalam tugas pokoknya para pendamping klinik ini akan menjadi pendamping dan sekaligus konsultan para pelaku usaha yang ada di kabupaten, karena kami peduli dengan kemajuan pelaku usaha mikro. Klinik ini kami inisiasi dengan maksud untuk turun ke bawah memantau dan mendampingi para pelaku usaha. Mulai dari proses produksi, pengemasan, hingga produk tersebut sampai ditangan konsumen,” jelas Alief.

Dalam masalah pemasaran misalkan, sudah disediakan stand khusus untuk pemasaran hasil produk para pelaku usaha mikro dalam setiap festival-festival yang telah, sedang, dan akan dilakukan. Hal ini merupakan langkah langsung memasarkan produk untuk mempertemukan dengan konsumen secara langsung (red. Ofline), kata Alif.

“Ditambah kami juga memberikan edukasi dan sekaligus pendampingan kepada seluruh pelaku usaha untuk sadar dengan perkembangan informasi teknologi. Artinya, mereka kami edukasi untuk memasarkan produk dengan online. Kami sudah sediakan market place berbasis online di www.banyuwangi-mall.com. Ini langkah konkrit pemerintah kabupaten melalui instansi terkait,” jelas Alief. 

Alief juga berharap, dengan adanya kegiatan ini dapat membangun sinergitas dan kesamaan persepsi.
“Terutama yang terkait dengan standar kompetensi serta kemampuan pendamping dalam memberikan pendampingan dalam pengembangan usaha mikro,” tutup Alief. (M. Sholeh Kurniawan)

Find Us ( Diskop Usaha Mikro )
Find Us ( Banyuwangi_Mall )