Siapkan Kemampuan Pelaku Usaha Mikro Bersaing sampai di Kancah Internasional

Banyuwangi - PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Cabang Banyuwangi bersama dengan Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia (BBPEI) mengadakan pendidikan dan pelatihan dasar mengenai ekspor di Aula Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Banyuwangi. Selasa (16/05/2017) pagi.

Pendidikan dan pelatihan ini dihadiri langsung oleh Plt. Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Banyuwangi Alief Rachman Kartiono beserta jajarannya, Wakil pimpinan PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Cabang Banyuwangi Indra Purnama beserta jajarannya, pejabat fungsional tertentu di Balai Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia (BBPEI) Antonius Agung beserta jajarannya, dan Direktur PT Gerbang Daya Sinergi, Ritho Sukamto yang sekaligus menjadi salah satu bagian dari pemateri dalam pendidikan dan pelatihan ini.

Dalam sambutannya Indra Purnama menyampaikan kegiatan ini penting dilaksankan sebagai edukasi kepada para pelaku usaha mikro untuk mengenal dan memiliki orientasi untuk melakukan kegiatan ekspor.

“Langkah ini merupakan kepedulian kami kepada pelaku usaha, karena kami ingin seluruh pelaku usaha mikro di Kabupaten Banyuwagi ini bukan hanya mampu bersaing di kancah lokal saja. Sedapatnya mereka (red. Pelaku usaha mikro) juga dapat bersaing sampai di kancah internasional melalui ekspor produk diberbagai negara,” jelas Indra dihadapan puluhan peserta yang terdiri dari pelaku usaha mikro yang bergerak dibidang kerajinan tangan, batik, dan kuliner.

Selain itu, gelaran pendidikan dan pelatihan ini, untuk mengoptimalkan program Rumah Kreatif BUMN (RKB)  dan sekaligus mendorong keberlanjutan program yang direncanakan, tambah Indra.

“Karenanya saya mengharapkan seluruh peserta dapat memaksimalkan kegiatan pelatihan pagi ini. Selain mendatangkan pemateri yang kompeten ada juga beberapa materi yang berkaitan didalamnya. Dengan materi mengenai bisnis ekspor, identifikasi potensi internal, identifikasi potensi pasar ekspor, latihan analisis SWOT, pengembangan / adaptasi produk ekspor, latihan kalkulasi harga ekspor, dan materi lain yang berkaitan dengan ekspor,” tutup Indra.  
Diteruskan, Alief Rachman kartiono mengingatkan sebelum bergerak dalam bidang ekspor produk di beberapa negara adanya beberapa hal yang perlu diperbarui. Diantaranya, kemasan produk, kualitas, dan harga yang mampu bersaing.

“Karena itu saya mengingatkan kepada para pelaku usaha untuk selalu memperbaiki desaign kemasan dan kualitas produk ,” tutur Alief.
Selain itu, Alief menegaskan, wawasan atau Sumber Daya Manusia harus selalu mengalami peningkatan di setiap periode. Karena dengan wawasan pengetahuan yang dimiliki oleh para pelaku usaha mempermudah langkah dalam menajalankan dan memperbesar bisnisnya. 

“Karena hakikinya, usai mengikuti pelatihan selama tiga hari ini, bapak dan ibu sekalian dapat menambah skala pemasaran dan omzet bisnis yang signifikan di setiap periode,” pungkas Alief. (M. Sholeh Kurniawan)

Find Us ( Diskop Usaha Mikro )
Find Us ( Banyuwangi_Mall )