Saat Bertemu Pengurus KUD Mina Blambangan, Menkop Teten Dorong Penguatan Koperasi

  02 Oktober 2020

Banyuwangi - Mentri Koperasi dan UKM Republik Indonesia Teten Masduki melakukan lawatan selama beberapa hari di Kabupaten Banyuwangi. Pada kunjungan kerjanya, Teten Masduki meninjau sejumlah titik sektor industri dan beberapa koperasi di kabupaten paling ujung timur di Pulau Jawa itu.

Didampingi Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas serta pelaksana tugas Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan Hj. RR. Nanin Oktaviantie, secara langsung Teten menemui sejumlah pengurus dan anggota Koperasi Unit Desa (KUD) Mina Blambangan, Kedungrejo, Muncar, Jumat, 02 Oktober 2020.

Bagi Teten kesejahteraan masyarakat nelayan adalah kunci pokok kemajuan bangsa. Dalam prosesnya kekuatan-kekuatan komponen tersebut dapat diikat melalui koperasi.

"Karenanya kita turun dalam rangka melaksanakan perintah presiden menguatkan koperasi-koperasi di daerah. Maka saya bangga, koperasi nelayan KUD Mina Blambangan masih tetap eksis di tengah pandemi," ujarnya.

Dalam mendorong penguatan pertumbuhan koperasi, melalui Kementrian Koperasi dan UKM Republik Indonesia memberikan pengelolaan pinjaman pembiayaan modal. Pasalnya dengan bantuan modal itu, dapat disesuaikan masing-masing kebutuhan koperasi.

"Sekarang tidak lagi memberikan bantuan berupa alat. Karena faktanya, di lapangan ada banyak bantuan alat yang telah diturunkan tidak sesuai dengan kebutuhan," kata dia.

Selanjutnya, Teten juga memberikan arahan kepada pengurus dan anggota koperasi untuk mengupgrade Sumber Daya Manusia (SDM) pengurus dan anggota. Sehingga dengan peningkatan SDM tersebut mampu mengantarkan koperasi terus berdaya saing.

"Faktanya, sekarang membutuhkan kolaborasi bersama. Disusul dengan kekompakan soliditas pengurus dan anggota koperasi," pesan Teten menjelaskan di hadapan seluruh peserta yang hadir.

Pelaksana tugas Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan Hj. RR. Nanin Oktaviantie mengungkapkan, secara keseluruhan di Banyuwangi terdapat 889 koperasi. Sementara yang aktif berada di jumlah 694 koperasi.

"Kalau di sektor perikanan, jumlah koperasi sangat kecil kurang dari 5 persen. Maka itu, pemerintah juga akan terus melakukan optimalisasi peningkatan SDM seluruh pengurus dan anggota koperasi agar berkoperasi dengan baik sesuai perundang-undangan yang berlaku," kata Nanin saat dimintai keterangan.

Nanin pun menambahkan, untuk mendapatkan pengelolaan pinjaman pembiayaan modal melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB), terlebih dahulu pengurus harus memenuhi kriteria penilaian kesehatan koperasi.

Penilaian kesehatan koperasi tersebut meliputi akses permodalan, kualitas aktiva produktif, efisiensi, likuiditas, kemandirian dan pertumbuhan, hingga jati diri koperasi. "Sehingga pemerintah benar-benar akan merekomendasikan pembiayaan modal bergulir tersebut kepada lembaga itu dengan data sejumlah koperasi yang kredibel. Tidak sembarang koperasi yang kita rekomendasikan!" tegas Nanin menutup keterangannya.

Secara khusus Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas akan berupaya terus tingkatkan penampilan koperasi di Banyuwangi. "Kita buat formula baru yang lebih efisien dalam meningkatkan kualitas koperasi di tengah-tengah masyarakat melalui Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan," ungkap Anas menjelaskan. 

Di tengah kepadatan agenda kunjungan kerja, Menteri Koperasi dan UKM Republik Indonesia Teten Masduki beserta rombongan meninjau aktifitas pelayanan masyarakat di Kantor Rumah Kreatif Banyuwangi. Rumah Kreatif Banyuwangi merupakan satu bagian inovasi unggulan pemerintah guna meningkatkan kompetensi para pelaku usaha daerah. (M. Sholeh Kurniawan)

Find Us ( Diskop Usaha Mikro )
Find Us ( Banyuwangi_Mall )