Puluhan Istri Nelayan Dilatih Menu Ikan Bakar Bertaraf Internasional

Banyuwangi - Dinas Perikanan dan Pangan Kabupaten Banyuwangi menggelar pelatihan kuliner ikan bakar Senin (20/3) pagi di Pantai Pulau Santen, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Banyuwangi.

Dalam kesempatan ini, hadir Kepala Dinas Perikanan dan Pangan Kabupaten Banyuwangi Hary Cahyo Purnomo beserta jajarannya, Plt. Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Alief Rachman Kartiono beserta Kabid UM, Perwakilan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Perwakilan Komando Distrik Militer (Kodim) 0825 Banyuwangi, dan 20 peserta pelatihan yang didominasi istri nelayan setempat.

Hary Cahyo Purnomo menjelaskan tentang alasan pemilihan tempat dan peserta dalam pelatihan ini. "Sengaja Pulau Santen yang dipilih karena ini merupakan loasi serta konsep destinasi wisata "Halal Tourism" yang baru. Sehingga untuk mengefisiensikan percepatan pariwisata kami ajak puluhan istri nelayan setempat untuk kita latih," jelas Hary saat jumpa pers.

Percuma saja, kata Hary, jika destinasi baru ini hanya dibangun fisiknya saja tanpa adanya pembinaan peningkatan Sumber Daya Manusianya. "Sebuah eksekusi program yang salah jika hal itu dilakukan. Untuk itu kita bersinergi dengan beberapa dinas dengan mengadakan persiapan teknis pelaksanaan program dan konsep penataan ruang yang elegan," terang Hary.

Selama satu hari penuh peserta akan diberikan beberapa tehnik menghilangkan sisik ikan, membedah, membakar, sampai menyajikannya. "Peserta akan diberikan teknik panduan membakar dan memberikan bumbu-bumbu ikan yang lezat meski dengan jenis ikan yang bukan khusus dibakar. Juga diberikan arahan konsep oleh para pelatih teknik membakar dan menyajikan ikan bertaraf internasional," tutur Hary.

Maka dengan sinergi kesatuan kerja antar Perangkat Daerah (PD) akan ikut menjawab permasalahan warga nelayan ketika tidak adanya ikan atau ketika besarnya gelombang dan arus laut.

"Nanti seperti Dinas Koperasi dan Usaha Mikro dapat memberikan pelatihan-pelatihan selain ini. Dan dari dinas pariwisata juga akan meningkatkan promosi dan manajemen destinasi wisata baru ini sampai ke taraf internasional sampai wisatawan bisa kami maksimalkan," pungkas Hary.

Plt. Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Alief Rachman Kartiono menuturkan akan memberikan beberapa pelatihan penunjang yang memanfaatkan potensi alam selain membakar ikan. 

"Dengan bantuan pengurus RW/RT kita akan latih warga nelayan daerah ini membuat anyaman, gantungan kunci yang terbuat dari kerang laut dan botol air kemasan. Juga ada pelatihan teknik membatik yang menggunakan pewarna alami dari mangrove," jelas Alief saat dimintai keterangan.

Dengan pelatihan-pelatihan penunjang diatas, lanjut Alief, akan mampu menjawab permasalahan sepinya ikan di pantai pulau santen. "Inilah konsep langkah kongkrit pemerintah Kabupaten Banyuwangi untuk peningkatan kemajuan daerah dan warga secara bertahap. Karena itu butuh kolaborasi yang saling menguntungkan antara Pemerintah Daerah dengan warga Pulau Santen," tutup Alief.(M. Sholeh Kurniawan)

Find Us ( Diskop Usaha Mikro )
Find Us ( Banyuwangi_Mall )