Pulihkan Ekonomi, Ratusan Pasar Takjil di Banyuwangi Dibuka dengan Prokes Ketat

  13 April 2021

Banyuwangi - Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani resmi membuka ratusan pasar takjil se-Kabupaten Banyuwangi sore ini, Selasa, 13 April 2021. Secara langsung pembukaan pasar tersebut dipusatkan di Jl. Brigjen Katamso, Kelurahan Tukangkayu, Kecamatan Banyuwangi.

Di hadapan pengunjung, pedagang, dan tamu undangan, Ipuk meyakinkan pembukaan pasar takjil di Banyuwangi dengan tetap mengikuti protokol kesehatan yang ketat. Mulai dari menggunakan masker, menjaga jarak, hingga keterjaminan produk dagangan.

"Seluruh produk lokal jajanan di sini tetap higienis, tanpa menggunakan bahan pengawet, dan bahan kimia lain yang membahayakan kesehatan. Masyarakat harus tetap nyaman dan sehat saat berbelanja," katanya.

Bupati perempuan berkacamata itu juga memerintahkan Satgas Covid-19 bertugas memberikan peringatan kepada masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan. "Saat pasar dibuka, secara berkala petugas mengimbau pengunjung agar tetap memakai masker dan tidak berkerumun," katanya.

Saat transaksi, pasar takjil pun dilengkapi dengan transaksi non tunai. Sehingga pengunjung dan penjual dapat meminimalisir kontak fisik secara langsung.

"Ini adalah bagian dari program strategi Pemkab Banyuwangi di tengah pagebluk. Bagaimana kita memikirkan serta menjalankan gas dan rem antara kesehatan masyarakat dan perekonomian daerah seimbang serta terus tumbuh," jelas Ipuk.

"Bersama stakeholder serius kita bahu-membahu keluar dan mengatasi pandemi. Semoga segala ikhtiar (usaha) ini diberikan kelancaran dan keberkahan," sambung Ipuk menutup penjelasannya.

Dalam laporan kegiatan, plt Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan Hj. RR. Nanin Oktaviantie mengungkapkan, pasar takjil di Jl. Brigjen Katamso sebanyak 53 persen pedagangnya telah dilengkapi dengan layanan transaksi non tunai, bertahap akan menyeluruh. Keseluruhan ada 102 titik pasar takjil yang dibuka di 25 kecamatan.

"Kecamatan Banyuwangi sendiri ada tujuh titik pasar takjil yang dibuka untuk rakyat. Semua diisi oleh masyarakat sekitar dengan aneka jajanan dan kuliner lokal" ungkap Nanin.

Nanin berharap, masyarakat kian aktif mendukung serta mensukseskan agenda program-program pemerintah untuk hari ini dan ke depannya.

"Semoga ikhtiar ini berjalan sesuai dengan harapan. Perekonomian masyarakat daerah terus mengalami perkembangan secara signifikan. Terimakasih atas seluruh partisipasi masyarakat dan lainnya," kata Nanin.

Salah satu penjual aneka jajanan yang menggunakan sepeda ontel, Heri Puji Santoso mengaku senang dan nyaman dengan penggunaan aplikasi pembayaran non tunai yang digalakkan di pasar takjilnya.

"Belanja jadi semakin nyaman. Kita tak perlu susah-susah mencari uang pecahan sebagai kembalian. Cukup memudahkan baik penjual ataupun pembeli," katanya saat ditemui.

Dengan event yang diselenggarakan ini, Heri mendapatkan penghasilan tambahan keluarga di tengah pandemi. "Apalagi untuk tambahan pendapatan menjelang lebaran," kata Heri.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani yang didampingi plt. Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan Hj. RR. Nanin Oktaviantie terlihat menyusuri lapak pasar takjil dari barat ke timur. Sembari dialog dengan para pembeli, Ipuk belanja aneka takjil buka puasa menggunakan transaksi non tunai. (M. Sholeh Kurniawan)

Find Us ( Diskop Usaha Mikro )
Find Us ( Banyuwangi_Mall )