Perhatian Pemerintah Daerah Banyuwangi Terhadap Wirausaha Baru Melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro

‚Äč

Banyuwangi - Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Banyuwangi menggelar pelatihan bertajuk "Penguatan Kelembagaan Wirausaha Mikro Baru" di Desa Sumberagung, Pesanggaran, Banyuwangi. Senin (30/1) pagi.

Dalam pelatihan ini dihadiri oleh Kepala Desa Sumberagung, perwakilan dari Dinas Koperasi dan UM Kabupaten Banyuwangi, serta 25 masyarakat desa calon wirausaha baru. 

Dan tidak ketinggalan, Hevy Sudjono sebagai narasumber dan pelatih akuntansi, Endang Wangi sebagai narasumber dan pelatih bidang kewirausahaan, dan Trivina Oktivita Sari sebagai narasumber dan pelatih bidang pemasaran.

Dalam penjelasannya terkait kewirausahaan, Endang Wangi mengatakan pentingnya mental entrepreneur terus di pupuk dengan sungguh-sungguh. "Mengingat sulitnya saat ini mencari lapangan pekerjaan. Mulai terkendala perusahaan banyak yang bangkrut, tidak adanya lowongan pekerjaan, dan tidak adanya keterampilan yang dimiliki sesuai dengan perusahaan harapkan," tutur Endang.

"Serta dewasa ini banyaknya orang-orang yang tiba-tiba membuka usaha mikro dengan meniru usaha orang lain, tanpa mempertimbangkan feasibility study, serta aspek-aspek studi kelayakan bisnis lainnya.Diantaranya, hukum, keuangan, pemasaran, teknologi dan lain sebagainya. Mereka berdalih UMKM saat ini sedang booming dan sangat diperhatikan oleh pemerintah," sambungnya.

Sehingga mereka, lanjut dia, membuka usaha tanpa mempertimbangkan rambu-rambu pendirian usaha yang baik dan sehat. Mengakibatkan usaha yang mereka rintis gagal dan gulung tikar.

Sebagai penutup, ia menegaskan pentingnya kewirausahaan ini terus dibudayakan. Dengan langkah ini, akan menjadikan kita sebagai warga yang makmur dan berdikari.

Tambahan materi tentang pemasaran juga diberikan oleh Trivina Oktivita Sari. Dalam pembuka materi, ia menyampaikan bahwa pemasaran merupakan kunci dari kesuksesan perkembangan usaha apapun yang dilakukan.

Karena konsumen, katanya, tidak akan membeli dan mengetahui produk atau jasa yang di sediakan oleh produsen (red. pelaku usaha) tanpa adanya fungsi pemasaran ini dijalankan.

"Karena dewasa ini, ada dua jenis pemasaran yang bisa dilakukan, pertama adalah pemasaran berbasis online. kedua adalah pemasaran yang dilakukan secara langsung ke konsumen, pendeknya pemasaran kedua ini dikenal dengan istilah pemasaran ofline," terang Vina.

"Saat ini pemerintah kabupaten sudah menyediakan situs resmi pemasaran online "banyuwangi-mall.com". Situs ini merupakan media asli warga oseng untuk memasarkan berbagai jenis produk kreatif masyarakat desa. Dengan situs ini, memudahkan bagi pemilik usaha untuk mengoptimalkan penjualan di setiap periode," sambungnya.

Sebagai langkah akhir strategi pemasaran secara massif sangat dibutuhkan. "Sekali lagi, karena pemasaran merupakan kunci sukses peningkatan operasional dan keuntungan usaha apapun yang dijalankan," pungkas vina

Hevy Sudjono, adalah pemateri dan pelatih di bidang akuntansi. Ia menegaskan pentingnya aplikasi akuntansi di masing-masing wirausaha baru yang dijalankan.

"Karena hal ini sebagai lamgkah untuk memudahkan mencari peluang tambahan modal dari pihak eksternal. Seperti pemerintah dan bank konvensional lainnya," ungkap Hevy.

Ia menambahkan, biasanya seluruh pihak eksternal bersedia memberikan bantuan dana, dengan catatan laporan keuangan perjalanan operasional perusahaan harus tercatat dengan akuntabel alias dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan fakta operasional perusahaan.

"Suntikan dana bantuan ini, jangan dianggap sepele. Karena suntikan dana dari pihak eksternal sangat berguna sekali untuk pengembangan usaha di setiap periode berjalan. Sehingga pencatatan keuangan ini sangat dibutuhkan untuk dipelajari dan diterapkan. Ingat, jangan disepelekan !" tutup Hevy.

Pelatihan ini pada dasarnya dilakukan atas saran kegiatan yang diajukan oleh pemerintah desa yang diakomodasi hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbades) atau Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kelurahan (Musrenbangkel) sampai Musyawarah Pembangunan Kecamatan dan Kabupaten. Atas hasil Musrenbang tersebut selanjutnya tertuang dalam kegiatan Dinas Koperasi dan Usaha mikro Kabupaten Banyuwangi. (M. Sholeh Kurniawan)

Find Us ( Diskop Usaha Mikro )
Find Us ( Banyuwangi_Mall )