Pastikan Tepat Sasaran, Pemerintah Turun Validasi Banpres Produktif di Sejumlah Penerima

  10 Oktober 2020

Banyuwangi - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi melalui Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan turun ke bawah di sejumlah pelaku usaha mikro guna memvalidasi data penerima Banpres Produktif untuk Usaha Mikro. Pagi itu, secara langsung pelaksana tugas Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan Hj. RR. Nanin Oktaviantie didampingi Pinca BRI Cabang Banyuwangi M. Riamid Busroh dan Manager KSPPS BMT Artha Insani Banyuwangi, Iswarningsih Purnamasari, Sabtu, 10 Oktober 2020.

Sampling kunjungan dipusatkan di areal Kecamatan Banyuwangi dan Kecamatan Genteng. Misalnya di pemilik usaha mie pangsit, Huria Azizah; Farida, pembuat peyek; penjual empek empek, Siti Rubaiyah; Riri Sri Rauciyono, penjual gorengan; Rumiyati, pemilik kios peracangan; dan Titik Buniati, pelaku jasa laundry.

Hj. RR. Nanin Oktaviantie mengatakan, saat ini sudah mulai pada tahap fase pencairan. Secara langsung bantuan sebesar Rp 2,4 juta tersebut dapat diambil langsung di kantor cabang BRI terdekat dari kediaman pemohon.

"Selanjutnya dalam beberapa hari ke depan akan dibuka kembali jatah penerima dengan regulasi yang sama. Bagi calon pemohon yang kurang jelas mengenai persyaratannya dapat langsung datang ke Kantor Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan," kata Nanin - sapaan karibnya.

Saat kunjungan, Nanin juga terlihat aktif komunikasi dengan masing-masing penerima. Obrolan yang diwarnai cuaca gerimis itu terlihat mengalir dengan topik-topik perkembangan dan strategi usaha di tengah pandemi Covid-19.

"Semoga dengan suntikan dana hibah tersebut bapak-ibu dapat menggunakan untuk menjalankan bisnis usahanya di tengah krisis. Terus semangat yah ! Tidak boleh menyerah dan putus harapan ! Keadaan ini pasti akan segera pulih !" kata Nanin.

Pada kesempatan yang sama, Riamid Busroh menambahkan, agenda hari itu BRI berkolaborasi dengan Pemkab Banyuwangi melalui Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdangan untuk memastikan dan memvalidasi data penyaluran Banpres Produktif. Ternyata benar data pengajuan tersebut sesuai dengan rekomendasi Kementrian Koperasi dan UKM Republik Indonesia.

"Hari ini masih akan terus divalidasi data dari BRI oleh pusat. Setelah pengajuan itu dinyatakan lolos, penerima akan dihubungi BRI selanjutnya dana hibah bisa segera dicairkan," ungkap Riamid.

Dia berharap program Banpres Produktif tersebut dapat berjalan terus. "Program ini sangat bermanfaat bagi para pelaku usaha untuk menggerakkan perekonomian nasional. Dan BRI sejak dulu hadir concern di sektor UMKM," jelas Riamid.

Saat dimintai keterangan, Farida pemilik usaha Rempeyek mengaku sangat bersyukur mendapatkan bantuan presiden tersebut. Pasalnya, dana tersebut dapat dimanfaatkan untuk membeli kompor tambahan untuk menggoreng rempeyek.

"Alhamdulillah, dana sebesar 2,4 juta ini bisa digunakan membeli perlengkapan tambahan, terutama kompor. Rempeyek buatan kami sudah sampai di Sumatera, Kalimantan, Papua, bahkan Autralia. Alhamdulillah," jelas pengusaha yang tinggal di Jl. Kerinci, Kelurahan Singotrunan, Kecamatan Banyuwangi.

Hal yang sama juga dikatakan oleh Ahmad Zaini pelaku usaha jasa selep tepung, kelapa, dan segala bumbu masakan. Banpres produktif tersebut ia gunakan untuk membeli tambahan mesin selep bawang merah.

"Masih ada lebih dari sisa pembelian mesin, bisa digunakan untuk menambah modal usaha tambahan di sektor jamur janggel. Alhamdulillah, terima kasih saya haturkan kepada pemerintah," ujar Zaini yang ditemui di tengah aktivitas usaha.

sekedar diketahui penyerapan Banpres Produktif sendiri hingga 06 Oktober 2020 sudah mencapai 99,41% atau setara dengan Rp 21,861 triliun. (M. Sholeh Kurniawan)

Find Us ( Diskop Usaha Mikro )
Find Us ( Banyuwangi_Mall )