Monev Menjadi Salah Satu Instrumen Dinas Koperasi Dan Usaha Mikro Untuk Tingkatkan Kesehatan Koperasi Di Banyuwangi

  02 Oktober 2019

Banyuwangi - Setiap tahun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro rutin melaksanakan kegiatan monitoring evaluasi (Monev) dan pelaporan usaha simpan pinjam. Kegiatan ini dinilai langkah strategis dalam mengukur dan mengevaluasi kesehatan usaha koperasi-koperasi se-Banyuwangi yang jumlahnya ratusan.

"Dari Monev, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (DiskopUM) mampu mendeteksi permasalahan-permasalahan koperasi dalam melaksanakan kegiatan usahanya," ujar Ida Larasati, Kepala Bidang Usaha Koperasi, saat dimintai keterangan di ruangan kerjanya, Selasa (01/10/2019) siang.

"Setelah ditemukannya permasalahan, di tahun berikutnya (2020) DiskopUM akan lebih mudah dalam menentukan program / kegiatan yang dibutuhkan agar koperasi menjadi sehat dan kuat."

Media peningkatan edukasi pengetahuan pengurus menjadi pokok utama dalam penyelenggaran Monev. "Khususnya pengetahuan pembuatan neraca laporan keuangan yang terstandarisasi dan wawasan lainnya. Sehingga tidak ada laporan tercampur antara usaha sektor riil dengan usaha simpan pinjam," ujar Ida.

Saat Monev berlangsung, seluruh peserta mendengarkan motivasi dan ilmu tentang neraca keuangan dari narasumber yang berkompeten di aula Dinas Koperasi dan Usaha Mikro. 

Adapun narasumber yang ditunjuk berasal dari perwakilan UPT Diklat Koperasi dan UKM. Diantaranya adalah Bambang Sigit Pramono, Maris Abdul Malik, Elok Ning Faiqoh, dan Heru Oktavianto.

Kegiatan Monev sendiri dilaksanakan selama empat hari. Selama itu, seluruh pengurus koperasi se-Banyuwangi diundanghadirkan secara berkala.

"Rerata saat ini yang hadir didominasi oleh pengurus Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI). Ada juga dari Koperasi Wanita (Kopwan) dan Koperasi Kelompok Tani (KKT)," tutup Ida.

Agus Setyawan perwakilan peserta dari KKT Tani Luhur Jambewangi, Sempu mengatakan, banyak ilmu dan pengalaman baru dari narasumber dalam kegiatan Monev tahun ini.

"Kami selaku pengurus merasa senang kepada DiskopUM karena banyak dibimbing dan diarahkan menjadi lebih baik. Terutama dalam penyelesaian laporan keuangan koperasi," kata dia.

Dia pun juga akan menggetoktularkan atas ilmu dan pengalaman yang didapatkan kepada pengurus dan anggota lainnya.

"Hari ini, mendapatkan banyak inspirasi strategi baru dalam membangun Koperasi Kelompok Tani (KKT) saya menjadi lebih baik," ujar Agus.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Alief Rachman Kartiono mengatakan kegiatan ini sengaja dilakukan untuk mendorong koperasi-koperasi agar memiliki pemahaman yang cukup dalam menyusun laporan keuangan.

"Sekaligus menyajikannya sesuai standar akuntansi yang berlaku," terang Alief.

Untuk koperasi yang memiliki diversifikasi usaha, tambahnya, juga bisa memisahkan laporan keuangan antara usaha sektor riil dengan usaha simpan pinjam. DiskopUM serius mendampingi koperasi dengan mengundanghadirkan narasumber yang berkompeten di bidangnya.

"Semoga dengan kegiatan ini koperasi-koperasi bisa segera menerapkan hasil Monev di koperasinya masing-masing," harap Alief menutup keterangannya. (M. Sholeh Kurniawan)

Find Us ( Diskop Usaha Mikro )
Find Us ( Banyuwangi_Mall )