Maksimalkan Seluruh Fasilitas Dari DiskopUM Untuk Perkembangan Usaha Mikro

Banyuwangi - Kurangnya pemahaman dan pemanfaatan teknologi informasi (TI), khususnya dalam pemasaran  produk secara online oleh sebagian besar pelaku Usaha Mikro (UM), pemerintah Kabupaten Banyuwangi melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro untuk secara bertahap namun pasti memberikan edukasi dan pendampingan kepada para pelaku UMKM di berbagai kecamatan.

Hal pembuka yang disampaikan oleh Plt. Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Banyuwangi, Alief Rachman Kartiono saat acara sosialisasi peranan Bank Indonesia dan diskusi isu strategis daerah dengan media se Jawa Timur pada hari Rabu (26/4) malam di Java Banana Ijen Cafe & Gallery, Desa Tamansari, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi.

Memberikan pemahaman kepada pelaku usaha mikro membutuhkan tenaga dan waktu yang ekstra. "Mengubah cara pikir mereka butuh waktu lama. Karena mayoritas telah nyaman menjalankan usaha secara tradisional. Sehingga kita lakukan beberapa program pelatihan dan pendampingan para pelaku usaha daerah guna menjawab kebutuhan pelaku usaha mikro", ujar Alief.  

Alief menyampaikan, model bisnis untuk konteks saat ini berbeda jauh dengan model bisnis sebelum abad ke-21. Dimana saat ini sebagian besar sudah berbasis Information Technology (IT) bukan model bisnis tradisional secara offline.

“Dari itu pemerintah selalu memberikan edukasi dan pendampingan kepada pelaku usaha melalui  pihak-pihak stakeholder terkait di tingkat kecamatan. Ada beberapa program yang bisa dimanfaatkan oleh para pelaku usaha baru maupun lama guna peningkatan kualitas usaha mereka. Seperti pelatihan penguatan SDM, penguatan kelembagaan, fasilisasi pemasaran, fasilitasi pembiayaan, dan pelatihan TI,” imbuh Alief dihadapan puluhan awak media se Jawa Timur dan Pimpinan Bank Indonesia Surabaya, Perwakilan BI Jakarta, dan Perwakilan BI Jember yang juga turut bergabung.

Selain itu, pihak pemerintah memberikan fasilitas penjualan secara online yang memiliki ciri khas tersendiri. “Sudah terdapat 504 produk unggulan kretifitas masyarakat daerah yang diproduksi sendiri. Karena kita memiliki beberapa aturan yang harus diikuti sebelum pemasaran produk mereka di website www.banyuwangi-mall.com. Diantaranya; harus diproduksi sendiri, para pelaku usaha harus memiliki rekening BNI, kualitas produk harus berkualitas, kemasan produk harus menarik, khusus olahan makanan dan minuman harus memiliki ijin Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT),” jelas Alief.

Dalam menjawab kebutuhan pembuatan kemasan menarik dan informasi teknologi, lanjut Alief, para pelaku usaha dapat berkoordinasi di rumah kreeatif. Karena rumah kreatif adalah terobosan pemerintah guna mewujudkan Digital Economy System melalui pembinaan bagi UMKM untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas UMKM. “Mengupayakan kualitas kinerja, kami telah siapkan para pemuda-pemudi yang ahli dibidang desaign kemasan maupun informasi teknologi lainnya. Alhamdulillah sekarang, ada empat tenaga pemuda-pemudi baru dari Politeknik Kabupaten Banyuwangi siap membantu kebutuhan desaign kemasan dan teknologi informasi. Saya berharap masyarakat daerah mau memanfaatkan kemudahan ini semaksimal mungkin,” tutup Alief.

Gelaran acara sosialisasi ini dilaksanakan mulai tanggal 25-27 April 2017 ini, dihadiri langsung oleh perwakilan pemangku kepentingan dari Bank Indonesia serta beberapa awak media se-jawa timur yang menjadi peserta diskusi dalam sosialisasi ini. (M. Sholeh Kurniawan)

Find Us ( Diskop Usaha Mikro )
Find Us ( Banyuwangi_Mall )