Kepimimpinan Bupati Anas di Banyuwangi Dinilai Memuaskan Oleh Pengusaha Milenials Olahan Keripik

Banyuwangi - Tidak semua pemimpin selalu adaptif terhadap tantangan di setiap zamannya. Perjuangan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dalam memimpin Banyuwangi selama dua periode ini dinilai sangat memuaskan oleh pengusaha milenials olahan keripik pisang dan talas, Ahmad Prayogi (25). 

Yogi sapaan karib Ahmad Prayogi mengatakan, sejak pemerintah intens menggarap sektor pariwisata, melengkapi infrastruktur (red. jalan dan bandara) untuk mendongkrak wisatawan, peningkatan event setiap periode. Tak tertinggal penumbuhan wirausaha baru memberikan angin segar bagi pengusaha baru di kalangan milenials, terutama untuknya. Sebab semua produk UMKM laku dan UKM meraup keuntungan.

"Pemanfatan potensi pasar baru dengan menjamurnya outlet pusat oleh-oleh serta kemudahan akses Wi-Fi gratis di Banyuwangi. Kolaborasi antara pasar konvensional memanfaatkan kunjungan wisatawan dengan marketing online berbasis market place dan media sosial, tutur Yogi saat dimintai keterangan, Jum'at (08/02) sore.

Pemuda kelahiran 13 Desember 1993 ini juga turut aktif bergabung di market place milik Pemerintah Daerah (Pemda) Banyuwangi / banyuwangi-mall dengan harapan mampu meningkatkan penjulan keripik pisang dan talasnya. “Selain sesuai harapan menaikkan omzet penjualan. Saya juga banyak sekali mendapatkan investasi pendidikan kewirausahaan dari berbagai pelatihan. Tak khayal juga dapatkan fasilitas pameran produk baik dalam sampai luar daerah,” kata pemilik kemasan yang selalu tampilkan potensi wisata di Banyuwangi.  

Modal usaha untuk merintis ia mengaku sudah di atas Rp 5juta. “Alhamdulillah kini bisa meraup omzet di atas Rp 5juta per bulan, berkat kolaborasi usaha keras pantang mundur dengan program-program pemerintah yang telah, sedang, dan akan dilakukan,” kata pemilik brand produk Lentera Ijen.

Ia merintis usaha jajanan keripik pisang dan talas sejak tahun ini 2017 akhir. Meski terbilang baru, tidak membuatnya putus asa dan berkecil hati. “Tidak ada dalam kamus saya untuk menyerah. Saya berusaha untuk meciptakan produk dengan sebaik-baiknya. Awal-awal memang banyak mengalami trial and eror selama berbulan-bulan. Yang membuat sulit adalah menciptakan cita rasa dan texture yang ideal sebagaimana olahan-olahan keripik yang expert. Karena semua serba autodidak,”kata anak ke-2 dari pasangan Imam Syafi’I dan Masawati.

Saat ditanya motivasi terjun usaha sejak muda, ia menjelaskan buah dari dedikasi orang tua sendiri secara tak langsung. Ia yang lahir dari 5 bersaudara ini mengaku, sejak kuliah juga getol merintis usaha di bidang kerajinan. Mulai belajar membuat kerajinan kap lampu dari benang sampai miniatur pohon kawat. Pada akhirnya, sekarang fokus bidang keripik pisang dan talas. Memanfaatkan semua potensi dan program pemerintah Banyuwangi. Tak jarang juga melayani pemesanan produk dari : Bali, Malang, Batu, Jember, sampai Hongkong

Pemuda yang tinggal di Panderejo, Kecamatan Banyuwangi ini mengajak kalangan milenials lainnya untuk terjun di sektor kewirausahaan. Karena semakin hari lapangan pekerjaan semakin sulit. Dengan berwiausaha mampu menciptakan peluang usaha baru yang memberikan manfaat kepada lainnya. (M. Sholeh Kurniawan)

Find Us ( Diskop Usaha Mikro )
Find Us ( Banyuwangi_Mall )