Kepala Dinas Harapkan Pembatik Muda Terus Tumbuh

Banyuwangi - Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Banyuwangi Alief Rachman Kartiono meninjau secara langsung aktifitas belajar delegasi siswa-siswi SMKN 2 Tegalsari yang menempuh Pendidikan Sistem Ganda (PSG) di Gerai Batik Karang Segoro, Karangasem, Bakungan, Glagah, Banyuwangi, Rabu (09/01) pagi.

Saat ditemui, Alief sapaan karib Alief Rachman Kartiono mengharapkan, selama mereka belajar semoga dapat kemudahan dan membawa manfaat. Dan pembatik muda terus tumbuh.

"Dengan PSG ini tentunya sangat bermanfaat bagi mereka. Karena akan memahami secara langsung antara teori dengan praktik pembuatan pola batik yang baik. Dan dengan langkah ini mampu melanjutkan kaderisasi penumbuhan pembatik-pembatik muda," kata Alief.

Sementara itu pemilik gerai batik, Siti Romelah menjalaskan, adik-adik PSG terus dilatih membuat pola gambar batik, baik untuk pinggiran maupun dasaran, sebagai bekal mereka praktik membuat batik tulis maupun batik stamp. "Langkah selanjutnya tidak hanya berhenti sampai di sini. Adik-adik juga diajarkan desaign fashion pakaian. Dengan kualitas dan model yang kontemporer," jelas Siti.

Selain itu, Siti mengaku sangat terbantukan dengan adik-adik yang belajar di sini.  

"Dengan adanya adik-adik di sini, saya dapat ajarkan secara langsung proses pembuatan batik. Dan ini menjadi investasi ke depan khazanah batik tetap terus berkelanjutan. Selain itu, mereka di sini juga tetap intens dengan kegiatan religi. Karena mayoritas dari kalangan pesantren. Mulai dari pengajian dan lain-lain setiap selesai menunaikan sholat wajib," tutup Siti.

Salah satu siswi, Dennok Ari Ananta menerangkan sangat antusias dan menikmati dalam mengikuti kegiatan proses PSG di sini.

"Kita semua bisa langsung praktik selepas mendapatkan teori-teori selama di sekolah. Porsi praktik sudah pasti lebih dominan. Terutama praktik mencanting dan teknik pewarnaan. Sehingga, kualitas mencanting dan pewarnaan kita menjadi lebih baik lagi hasilnya. Sangat bersyukur," urai Dennok.

Dia juga komitmen akan terus belajar dan praktik secara maksimal, dengan memanfaatkan lamanya waktu dan lengkapnya fasilitas batik.

"Ke depan saya bercita-cita bangun gerai batik dan fashion seperti ini. Dengan desain yang lebih lengkap," urai siswi asal Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah saat ditanya harapan ke depan.

Program Pendidikan Sistem Ganda (PSG) siswa-siswi SMKN 2 Tegalsari ini juga tersebar di beberapa titik gerai batik di Banyuwangi. Diantaranya adalah Karang Segoro, Sayuwiwit, dan Godho Batik. (M. Sholeh Kurniawan)

Find Us ( Diskop Usaha Mikro )
Find Us ( Banyuwangi_Mall )