Kementrian Koperasi dan UKM Bersama Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Banyuwangi; Siap Kawal Produktifitas Koperasi Daerah

Banyuwangi - Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah RI bersama Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Banyuwangi menggelar penyuluhan perkoperasiaan kepada kelompok usaha bersama pra koperasi (daerah tertinggal), di hotel Ketapang Indah, Jl. Gatot Subroto Km. 6, Bulusan, Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi. Rabu (8/3) pagi.

Acara ini dihadiri Asdep Penyuluhan Retno Endang Prihantini, Kepala Bidang Koperasi Puji Martini, Kepala Bidang Sosialisai Irianta Narun, beserta perwakilan petugas dari Kementrian Koperasi dan UKM.

Sedangkan dari Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Banyuwangi, dihadiri oleh Plt Kepala Dinas Alief Rachman Kartiono, Kepala Bidang Usaha Koperasi Ida larasati bersama kepala seksi dan staf, serta Kepala Bidang Kelembagaan Koperasi Irfan bersama kepala seksi dan staf. Tak ketinggalan, hadir juga perwakilan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa serta dari Dinas Sosial.

Dalam sambutannya, Asdep Penyuluhan Retno Endang Prihantini menyampaikan, penyuluhan ini dilakukan sebagai wujud pelaksanaan program dan tugas presiden melalui kementrian koperasi untuk pemerataan perekonomian, khususnya di daerah yang jauh dari ibu kota.

“Karena dengan adanya koperasi menjadi salah satu konsep nyata bagi negara Indonesia untuk mewujudkan pemerataan ekonomi tersebut. Sebab hakikinya perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan, dari kutipan pasal 33 ayat 1 undang-undang dasar 1945,” tutur Endang dihadapan ratusan peserta penyuluhan yang berasal dari kelompok-kelompok usaha berbagai sektor 

Dalam penyuluhan ini seluruh peserta akan dibimbing serta diarahkan beberapa materi penting untuk bekal persiapan pendirian koperasi di daerah mereka tinggal.

“Materi pertama tentang penyuluhan perkoperasian, kemudian materi langkah pendirian koperasi dan program fasilitas pendirian koperasi bagi usaha mikro. Mereka semua dipandu oleh pemateri-pemateri dari kementrian yang memiliki kompetensi dibidangnya,” imbuh Endang.

Selain sebagai materi pembekalan, lanjut dia, ini adalah wawasan para peserta untuk antisipasi maraknya penipuan oleh banyak oknum yang berkedok dibidang koperasi.

“Proses berdirinya koperasi itu tidak serta-merta langsung berdiri dan melakukan penjaringan anggota dari masyarakat-masyarakat sekitar.  Koperasi tentu memiliki payung hukum sebagaimana yang tercantum dalam undang-undang No 25 tahun 1992. Berikut aturan perundangan yang lain.Tak kalah penting setiap pengurus koperasi harus paham wawasan bagaimana pengelolaan permodalan dan pembentukan koperasi yang memiliki badan hukum,” kata Endang.

Sehingga dari penyuluhan ini, seluruh peserta dihimbau untuk sungguh-sungguh mengikuti setiap materi yang disampaikan.

“Mengingat tugas peserta dalam jangka pendek adalah mendirikan koperasi baru di masing-masing desa mereka tinggal. Tentulah ditekankan mendirikan koperasi yang sah berbadan hukum, guna mensejahterakan warga desa,” tutup Endang.

Sementara dalam kesempatan yang sama Plt Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Banyuwangi Alief Rachman Kartiono turut berkenan menyampaikan sambutan.

Dalam sambutannya ia menyampaikan sebuah apresiasi dari kementrian koperasi dan UKM RI atas kepeduliannya memberikan penyuluhan di daerah Banyuwangi tercinta. Sebab, ini akan menjadi edukasi peserta yang hadir khususnya tentang proses pendirian perkoperasian.

“Miris sekali, saat ini warga daerah yang menggebu-gebu ingin mendirikan koperasi yang tak berimbang dengan pengetahuan perkoperasian dengan baik dan benar,” tutur Alief.

Juga masih banyaknya motivasi pendirian koperasi berorientasi mencari-cari anggaran bantuan perkoperasian baik dari kementrian, wilayah, dan dinas daerah.

“Ini jelas motivasi yang kurang tepat. Dengan motivasi seperti ini tidak akan mampu menjadikan koperasi bermanfaat kepada setiap anggota koperasi yang bergabung didalamnya,” tegas Alief.

Setelah penyuluhan ini, lanjut Alief, kami dari dinas koperasi akan memberikan beberapa pelatihan dan bimbingan teknis sebagai tindak lanjut kepada peserta.

“Pelatihan disini akan dilaksanakan dari beberapa bidang. Pertama bimbingan dari bidang kelembagaan sebagai langkah awal. Selepas itu, dilanjutkan pelatihan dari bidang usaha koperasi. Ketika koperasi-koperasi selain KSP ingin memiliki usaha. Untuk tambahan SHU (Sisa Hasil Usaha),” imbuh Alief.

"Dinas kami juga bersedia menjadi pembimbing untuk mengawal proses berdirinya koperasi yang akan dan sedang tumbuh selama 24 jam,” tutup Alief. (M. Sholeh Kurniawan)

Find Us ( Diskop Usaha Mikro )
Find Us ( Banyuwangi_Mall )