Kali Ini, Masyarakat Sukojati Dibekali Pemerintah Pembuatan Kerajinan Anyaman Pelepah Pisang

  10 Oktober 2019

Banyuwangi - Setiap tahun untuk menekan angka pengangguran dan kemiskinan desa, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro menggelar berbagai pelatihan untuk rakyat desa.

Kali ini, masyarakat Desa Sukojati, Kecamatan Blimbingsari, Kabupaten Banyuwangi dibekali kemampuan membuat aneka kerajinan anyaman dari pelepah pisang, Rabu (10/10/2019).

Koordinator Asosiasi Handicraft Jawa Timur (AHJ) di Banyuwangi Khotibin didapuk sebagai pemateri pada pelatihan yang diselenggarakan atas hasil Musrenbangdes 2018 tersebut. Tepat pukul 08.00 WIB, puluhan peserta mulai berdatangan di balai Desa Sukojati. Rerata mereka adalah ibu-ibu warga setempat.

Khotibin menyatakan kesiapan untuk memberikan beberapa materi pembuatan aneka kerajinan yang memanfaatkan pelepah pisang, seperti: tempat pensil, mangkuk, keranjang, dan sejenisnya.

Dia pun menambahkan, hal utama yang dibutuhkan saat mengrajin bukan kecerdasan. Kemauan kuat dan ketelatenan itulah yang menjadi bekal pokok saat bergelut di kerajinan. Kerajinan apapun itu. "Kreativitas timbul dengan sendirinya di tengah-tengah proses pembuatan kerajinan," kata Khotibin.

Pasar kerajinan sendiri dinilai sangat baik di Banyuwangi, seiring perkembangan sektor pariwisata yang mengundang minat wisatawan baik nasional hingga internasional di kabupaten paling ujung timur Pulau Jawa ini. 

Disamping itu, pemerintah juga turut memfasilitasi pameran aneka produk unggulan setiap event lokal. "Tak jarang juga difasilitasi pameran antar provinsi bahkan luar negeri. Saat pameran itu memiliki potensi pasar yang besar," aku Khotibin.

"Pelatihan di Sukojati ini pesertanya sangat antusias. Tentu, saya siap dikontak kembali untuk melakukan pendampingan pasca pelatihan dasar ini. Ibu-ibu juga dapat mengunjungi outlet saya di depan tempat pengisian bensin, Kedayunan, Kabat (Outlet Kejaya Handicraft)," jelas Khotibin menutup penjelasannya.

Salah satu peserta Siti Mawati, 44 tahun, mengaku senang mengikuti pelatihan pembuatan kerajinan pelepah pisang itu. Bagi dia, ilmu dan pengalam yang didapat saat pelatihan adalah hal baru.

"Tertarik sebagai terobosan usaha baru untuk keluarga. Lumayan, berbekal dasar-dasar pembuatan kerajinan ini bisa menjadikan tambahan penghasilan nantinya. Kami juga sepakat bersama ibu-ibu, pasca pelatihan ketemu dengan kepala desa untuk membentuk usaha kelompok, menjadikan produk kerajinan pelepah pisang sebagai produk unggulan Bumdes Sukojati," tutup Siti.

Kepala Desa Sukojati Untung Suripno menjelaskan, anggaran dana desa sangat bisa dilaksanakan untuk program pemberdayaan masyarakat desa. "Ternyata ibu-ibu antusias sekali mengikuti pelatihan ini. Sebelumnya ada pelatihan untuk karang taruna berkaitan dengan pembuatan genting," kata Untung.

Ditambahkan, pelatihan kerajinan ini sangat dinantikan oleh pemerintah desa. Pasalnya bahan baku kerajinan pelepah pisang di Desa Sukojati mudah ditemukan. "Potensi bahan baku yang cukup untuk dikelola dengan baik. Karena Pemdes dituntut selalu kreatif dalam mengelola potensi desa. Hal ini sesuai dengan tuntutan kinerja dari pemerintah pusat dan daerah," ungkap Untung. 

"Jika kepala desa tidak kreatif, desa tidak akan pernah maju."

Peserta terpilih pagi ini, tambah dia, memiliki tugas untuk menggetoktularkan kepada masyarakat desa lain. Baik pendekatan yang bersifat antar individu ataupun kelompok.

"Terimakasih karena telah mengakomodir usulan kami. Semoga pelaksanaan kegiatan pelatihan sampai esok berlangsung lancar, tidak ada kendala. Dan pada akhirnya pelatihan ini mampu membuka lapangan pekerjaan baru dan meningkatkan perekonomian desa," harap Untung.

Kasi Pemberdayaan Usaha Mikro Budi Pringgo Cahyono menjelaskan, pemerintah daerah secara rutin menggelar pelatihan-pelatihan tematik yang menyesuaikan potensi wilayah sendiri. "Kali ini kita melaksanakan kegiatan pelatihan kerajinan anyaman dari pelepah pisang di Desa Sukojati, Kecamatan Blimbingsari. Selama dua hari," kata Budi.

Saat sambutan, Budi berpesan pelatihan itu dapat dimaksimalkan dengan sungguh-sungguh.  "Diikuti dengan baik-baik. Serap ilmu dan pengalaman hari ini secara maksimal!" pintanya.

Dalam kesempatan lain, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Alief Rachman Kartiono mengharapkan, pelatihan-pelatihan yang terselenggara dapat menumbuhkan wirausaha baru, mengurangi angka pengangguran, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di desa.

"Semoga bermanfaat dan tetap semangat membangun Banyuwangi menjadi lebih baik sesuai peranan masing-masing," kata Alief. (M. Sholeh Kurniawan)

Find Us ( Diskop Usaha Mikro )
Find Us ( Banyuwangi_Mall )