Ini Tiga Tujuan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Pada Pelatihan Peningkatan dan Pengembangan Usaha

Banyuwangi - Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Banyuwangi melaksanakan program peningkatan dan pengembangan usaha. Pada hari selasa (14/03) pagi, pelaksanaan pelatihan ini di Kecamatan Glagah, tepatnya di Aula lantai dua kantor kecamatan setempat yang dihadiri oleh 30 peserta perwakilan pengusaha kerajinan, makanan olahan, kopi, dan batik.

Pelatihan di kecamatan ini merupakan pelatihan yang spesial, selain dibimbing oleh beberapa pemateri yang berkompetensi di dalamnya, juga hadir secara langsung Plt. Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Banyuwangi Alief Rachman Kartiono, Kepala seksi peningkatan usaha mikro Faizah Hidayati beserta stafnya, Kepala Kecamatan Glagah Astorik, sekretaris Kecamatan Glagah Budi Adisiswandi beserta jajaran stafnya.

Dalam pidatonya Plt. Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Banyuwangi Alief Rachman Kartiono menegaskan tiga manfaat dengan adanya program pelatihan peningkatan dan pengembangan usaha di masing-masing kecamatan.

"Pertama dengan langkah program ini akan mampu memaksimalkan added value product karena pihak produsen akan lebih memahami standar kualitas dan kemasan produk yang akan dipasarkan. Begitu juga dari pihak konsumen, tentu lebih diuntungkan. Karena konsumen tanpa harus khawatir produk-produk yang mereka konsumsi berkualitas rendah," jelas Alief dihadapan puluhan peserta yang juga perwakilan dari beberapa desa dan dusun.

Dan yang kedua, kata Alief, nantinya akan ada pembaharuan pola jual beli antara produsen dan konsumen, dari transaksi tradisional menjadi transaksi berbasis internet.

"Karena memang Kabupaten Banyuwangi memiliki e-commerce sendiri di alamat www.banyuwangi-mall.com. Dengan terobosan e-commerce ini Kabupaten Banyuwangi menjadi benchmark dari kabupaten-kabupaten lain. Karena kabupaten kita yang mengawali," tegas Alief yang disambut tepuk tangan riuh kebanggaan para peserta.

Pasalnya situs belanja online Banyuwangi memiliki beberapa aturan yang berbeda dengan e-commerce pada umumnya. 

"Pertama khusus produk yang dipasarkan di situs ini hanyalah produk yang berasal dan produksi dari daerah sendiri (Banyuwangi) dan selanjutnya produk reseller (produk kulakan untuk dijual kembali) tidak diperkenankan memasarkan di situs banyuwangi-mall," terang Alief

Tujuan yang terakhir, imbuh Alief, pelatihan ini menaikkan kompetensi pelaku UMKM. "Ini langkah konkrit untuk peningkatan SDM khususnya masing-masing produsen. Karena selama satu hari mereka diberikan materi terkait keuangan, produksi, dan pemasaran sebagai ilmu yang bisa digunakan sebagai penunjang selama mereka berusaha," tutur Alief

"Besar harapan seluruh peserta yang hadir dapat mengikuti materi secara optimal. Optimal dalam penyerapan dan penerapan materi," sambung Alief.

Alief juga memberikan penjelasan, bahwa pelaksanaan pelatihan ini atas pengajuan dari Musyawarah pembangunan desa (Musrenbangdes) di masing-masing desa. (M. Sholeh Kurniawan)

Find Us ( Diskop Usaha Mikro )
Find Us ( Banyuwangi_Mall )