Hal Menarik Lain di Kabupaten Seribu Festival Ini

Banyuwangi - Direktur Pengembangan Pasar Dalam Negeri Bekraf, Sappe M Sirait menyebut, Banyuwangi sebagai kabupaten seribu festival. Hal itu dikatakannya saat dimintai keterangan di sela-sela kunjungan kerjanya di Kantor Rumah Kreatif Banyuwangi, Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi, Rabu (17/10) siang.

Sappe menjelaskan, pasalnya hampir setiap bulan, bahkan tiap minggu ada kegiatan yang dilaksanakan di kabupaten paling ujung timur Pulau Jawa ini.

“Ini adalah kunjungan saya ke-3 kalinya. Atraksi festival dan kegiatannya sangat oke sekali. Ditambah hal lain yang juga oke. Misalnya; sektor wisata, keramahan masyarakat setempat, sampai inovasi pelayanan publik. Semuanya sangat luar biasa. Balutan ide dan kreatifitas masyarakat setempat, tekemas  menjadi komposisi wisata yang menakjubkan,” terangnya.

Ia melanjutkan, Banyuwangi memiliki kelengkapan yang menyatu dan membikin orang luar kota penasaran untuk berwisata di sini (red. Banyuwangi).

“Kelengkapan itu diantaranya; budaya, kuliner, pantai, laut, gunung, semuanya ada. Bagi saya ini adalah konsep keberhasilan yang sangat luar biasa sekali dari pemerintah daerah. Tidak gampang mengundang hadirkan dunia luar bahkan internasional berkunjung ke Banyuwangi. Dengan pengembangan segala potensi daerah yang ada, pemerintah mampu. Luar biasa,” urai Sappe.

“Masyarakat sekitar juga sangat welcome, ramah, dan murah senyum kepada wisatawan. Kita akan pastikan selalu datang ke Banyuwangi. Juga pastinya kegiatan-kegiatan Bekraf akan kita arahkan ke Banyuwangi,” sambungnya.

Tak lupa, ia memberikan penilaian positif berkaitan dengan kuliner khas Banyuwangi. Ada banyak kuliner khas, mulai dari; pecel pitik, sego tempong, rujak soto, ayam kesrut, hingga sego lemeng dan kopi uthek.

“Saya tadi, telah coba menu makanan yang terakhir di Desa Banjar. Enak, unik, dan khas. Sempat bingung tadi, menikmati kopi utheknya, ternyata caranya asik juga. Dan rasanya enak, yang tentunya tidak kita dapatkan di kota, kabupaten, atau daerah lainnya. Benar-benar khas,” tegasnya.

Dan terakhir, Sappe memberikan penilaian positif atas pelayanan publik pemerintah. Satu diantaranya dengan keberadaan pelayanan Rumah Kreatif Banyuwangi (RKB). Rumah kreatif sendiri menjadi jawaban bagi para pelaku usaha mikro daerah untuk menjadi lebih maju. Dengan bantuan pelayanan teknologi informatika, desain kemasan, brand produk, sampai dengan foto produk. Yang kesemuanya fasilitas itu diberikan secara gratis.

“Luar biasa sekali. Harapan saya, design kemasan produk harus tampil dengan minimalis, jelas, dan nampak elegan. Sekarang bukan eranya lagi semua item ditampilkan dalam satu desaign. Kasihan konsumen akan bingung,” pesan Sappe.

Dalam kunjungan kerjanya di Banyuwangi Sappe M Sirait didampingi langsung oleh Kabid Produk Pariwisata, Dwi Marhen Yono bersama perwakilan staf Rumah Kreatif Banyuwangi. (M. Sholeh Kurniawan)

 

Find Us ( Diskop Usaha Mikro )
Find Us ( Banyuwangi_Mall )