Bentuk Penegasan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Banyuwangi Terhadap Kenakalan-kenakalan Koperasi

Banyuwangi - Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Banyuwangi menggelar acara  program pengembangan usaha koperasi melalui pelatihan manajemen usaha simpan pinjam tahun 2017 di aula dinas setempat. Kamis (6/4) pagi.

Kepala Seksi Usaha Simpan Pinjam Subowo mengatakan, acara pelatihan ini penting dilakukan setiap tahun. “Karena pemangku koperasi kebanyakan selalu mengalami pergantian setiap periode. Sehingga kebanyakan pengurus yang baru masih awam terhadap ilmu perkoperasian,” jelas Subowo dalam sambutannya.

Membaca fakta diatas, lanjutnya, sangat perlu bagi dinas koperasi untuk terus melakukan pelatihan manajemen usaha simpan pinjam disetiap periode. “Sebagai langkah preventif untuk mengedukasi stakeholder koperasi yang awam bagaimana memanage keuangan dengan benar sesuai aturan,” tegas Subowo dihadapan puluhan perwakilan pemangku Koperasi Usaha Simpan pinjam se-Kabupaten Banyuwangi.

Pasalnya banyak juga kendala-kendala lain koperasi selain itu. sebagian masih ada koperasi yang tidak melakukan kegiatan Rapat Anngota Tahunan (RAT) setiap tahun satu diantaranya. “Maka dari sini, diperlukan ketegasan serta ketelitian Dinas Koperasi dan Usaha Mikro untuk memantau segala kegiatan operasional 866 unit koperasi yang tersebar diseluruh Kabupaten Banyuwangi,” tuturnya.

Langkah yang dilakukan dinas untuk menyikapi kenakalan-kenakalan koperasi, kata Subowo, pertama memberikan teguran secara tertulis sampai tiga kali. Tak ada tindak lanjut, maka dinas akan memberikan sanksi tahap kedua yaitu usulan untuk pembubaran sementara pengurus.

“Jika masih tak mengindahkan, ketiga, dinas akan memberikan sanksi pemberhentian aktifitas koperasi. Sampai dinas berhak memberikan sanksi pencabutan badan hukum koperasi jika dari beberapa peringatan diatas tidak ada perubahan,“ lanjut Subowo.

Sebagai penutup, Subowo menegaskan, kehati-hatian dalam memanage koperasi dan pemberian pinjaman mutlak harus dilakukan. “Karenanya pelatihan-pelatihan seperti ini harus diikuti oleh perwakilan pengurus koperasi guna peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM),” pungkas Subowo.

Selama pelatihan Wijoyono dari balai diklat koperasi Malang yang akan menjadi narasumber yang memiliki kompetensi dibidangnya. Beberapa materi penting yang disampaikan; penghimpunan dana Koperasi Simpan Pinjam (KSP) atau Usaha Simpan Pinjam (USP), pedoman pelayanan simpanan, kebijakan tingkat bunga atas simpanan, penyaluran dana KSP/USP, kebijakan balas jasa partisipasi simpanan anggota, dan materi-materi penting lainnya. (M. Sholeh Kurniawan)

Find Us ( Diskop Usaha Mikro )
Find Us ( Banyuwangi_Mall )