Banyuwangi Berpotensi Masuk Nominasi Top Inovasi Pelayanan Publik Jatim 2018

Banyuwangi - Puluhan tim juri independen Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Provinsi Jawa Timur (KOVABLIK) melakukan kunjungan lapangan di Kabupaten Banyuwangi, Kamis (04/10) pagi. Seluruh tim juri diterima langsung oleh Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Banyuwangi Alief Rachman Kartiono beserta beberapa Kepala SKPD terkait di Lounge Pemkab Banyuwangi.

Tahun ini, Banyuwangi membawa program inovasi Belanja Online Mudah Produk Banyuwangi (BALON UNYU). Di hadapan dewan juri, Alief menjelaskan, Banyuwangi-Mall merupakan fasilitas pemasaran bagi UMKM guna mengedukasi dan mendorong Go-Online serta peningkatan penjualan.

“Saat ini, sudah ada 289 produk kuliner, 187 produk kriya, dan 234 produk fashion. Kita fokuskan market place kebanggaan warga Banyuwangi ini untuk para seller (penjual), sementara reseller kita larang bergabung di sini,” urainya.

Senada hal itu, admin media Banyuwangi-mall Sarirotus Sa’diyah menerangkan, guna peningkatan kualitas produk UMKM, Banyuwangi-mall didukung oleh tenaga fotografer, sosial media spesialis, dan branding packaging

Market place ini memberikan manfaat kepada para pelaku usaha mikro yang tergabung. “Kebanyakan yang datang ke sini konsultasi kemasan. Ada juga yang minta edukasi foto produk. Selain itu, tugas kita semua di sini memberikan pendampingan pemasaran dalam dunia digital. Dalam penjualan mereka jelas mengalami banyak peningkatan, hanya disayangkan UKM tidak melaporkan kemajuan penjualan kepada kami,” ungkap Sari.

Salah satu UKM yang hadir, Pengusaha di bidang batik Hadi Kurniadi menegaskan, banyak sekali manfaat yang telah diperoleh ketika bergabung di market place ini.

“Awalnya petugas Banyuwangi-Mall sendiri yang langsung turun ke tempat usaha saya. Dilanjutkan mereka berikan edukasi untuk bergabung dalam market place ini. Dan bersyukur dengan bergabung, mampu memberikan peningkatan dalam penjualan. Ditambah banyak peluang bergabung dalam pameran-pameran yang telah, sedang, dan akan dilakukan oleh Pemkab Banyuwangi baik di dalam maupun di luar kota,” terang Hadi - sapaan karib Hadi Kurniadi.

Ditambahkan koordinator rombongan tim juri Ketut Arya Winangun menjelaskan, Banyuwangi berpotensi masuk nominasi top inovasi pelayanan publik Jatim 2018. 

“Usai penjelasan secara gamblang oleh kepala dinas, selanjutnya kita akan verifikasi dan lakukan perumusan bersama tim. Banyuwangi miliki peluang masuk di top 25. Tapi masih kita pantau lebih jauh inovasi ini dalam beberapa aspek, diantaranya; bagaimana pembaruan inovasi, kemanfaatan, potensial untuk direplikasi, sampai dengan keberlanjutan program inovasi,” jelas Ketut.

“Yang jelas, kita tidak dapat pastikan sekarang,” tutup ketut. (M. Sholeh Kurniawan)

Find Us ( Diskop Usaha Mikro )
Find Us ( Banyuwangi_Mall )